STTD Tugaskan Taruna/i Bantu Posko Natal dan Tahun Baru di Berbagai Daerah.

Selasa, 03 Januari 2017 03:01 pm
Bagikan berita ini   
  


Masa libur sekolah yang bertepatan dengan Natal 2016 dan Tahun 2017 diprediksi akan menimbulkan lonjakan perjalanan. Volume lalu lintas di beberapa jalur utama di Pulau Jawa seperti Jalan Tol Cikampek, Tol Cipali, Cipularang, Jalur Pantura dan jalur selatan via Nagrek diperkirakan akan meningkat tajam. Selain itu beberapa titik yang biasa menjadi tempat penumpukan kendaraan seperti Brexit (exit tol Brebes Timur), exit tol Pasteur, Nagrek, Ajibarang, Pelabuhan Merak dan Bakauheni juga mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Kepolisian RI dan Kementerian PUPR.

Penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru kali ini juga mendapatkan perhatian dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Sesuai dengan Kalender Akademik 2016/2017, tanggal 21 Desember 2016 sd 4 Januari 2017 tidak ada perkuliahan di STTD dan seluruh taruna/i diliburkan. Sebagian besar taruna pulang ke rumah masing-masing. Namun selama liburan, para taruna/i ditugaskan untuk membantu Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru di daerahnya masing-masing. Para taruna ditugaskan selama 11 (sebelas) hari  mulai 23 Desember 2016 sd 2 Januari 2017. Menurut Ketua STTD, Sigit Irfansyah, ATD, MSc, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman dan meningkatkan keterampilan taruna/i yaitu dengan terlibat langsung dalam pengaturan dan pengawasan lalu lintas dan angkutan jalan. Selain itu, kata Sigit, kegiatan ini adalah bukti nyata  peranan dan kontribusi STTD dalam membantu kelancaran dan ketertiban arus lalu lintas selama Posko Natal dan Tahun Baru.

Pada posko Natal dan Tahun Baru kali ini, para taruna dilibatkan pada beberapa kegiatan. Dari laporan yang diterima pihak STTD, penugasan Posko Taruna adalah di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas, pengaturan dan pengawasan lalu lintas, survai lalu lintas, pengaturan terminal, pengawasan melalui ruang control Area Traffic Control System (ATCS), pengaturan angkutan jalan dan pengaturan Jembatan Timbang. Sebelum pelaksanaan Posko, para taruna diberi pengarahan oleh Kepala Dinas Perhubungan atau koordinator lapangan tentang tugas-tugas yang akan dilaksanakan. Setelah mendapatkan pengarahan yang cukup, para taruna langsung terjun ke lapangan dengan pengawasan dan bimbingan dari Petugas Dishub setempat. Taruna juga wajib mengisi matriks laporan kegiatan harian yang disahkan oleh Kepala Dinas Perhubungan.

1

Selama pelaksanaan Posko, banyak hal-hal baru yang diterima oleh para taruna. Sebagai contoh taruna/i yang bertugas di Dishubkominfo Kota Surakarta dilibatkan dalam mengatur dan merekayasa lalu lintas untuk kegiatan Car Free Night (CFN) Malam Tahun Baru. Selain itu mereka  juga ditugaskan untuk melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas melalui Ruang Control Area Traffic Control System (ATCS).

2

Di Singkawang, Kalimantan Barat, taruna/i STTD melakukan pengawasan dan patroli lalu lintas dengan menggunakan sepeda. Selain lebih praktis dan menyehatkan, patroli dengan sepeda juga untuk mempromosikan alat transportasi ramah lingkungan. Di samping tentu saja sebagai media promosi STTD kepada masyarakat, karena Kota Singkawang telah melakukan kerjasama Pola Pembibitan dengan STTD.

3

Penugasan taruna/i pada Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru sangat diapresiasi pihak Dinas Perhubungan. Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu LIntas Dishubkominfo Kota Surakarta, Ari Wibowo, SSiT, MT mengatakan bahwa dengan adanya Taruna/i STTD, tugas Posko menjadi jauh lebih ringan, karena taruna/i sudah sangat memahami teori-teori pengaturan lalu lintas sehingga tugas yang diberikan cepat dipahami dan dilaksanakan. Bahkan taruna/i juga memberikan masukan-masukan teknis selama pelaksanaan Posko.

Melihat respon yang demikian positif, STTD akan mengagendakan kegiatan seperti ini secara rutin. Dalam setahun paling tidak ada dua kegiatan Posko yang wajib dilaksanakan oleh taruna, yaitu Posko Angkutan Lebaran serta Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru. Diharapkan melalui kegiatan ini, kompetensi yang diharapkan dapat tercapai. (Red : Novan Hidayat)


Beri Komentar untuk Berita Ini