STTD Kampus Humanis Anti Kekerasan

Selasa, 19 Juli 2016 10:07 am
Bagikan berita ini   
  


Zulmafendi-553x400

BEKASI – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencanangkan sebagai Kampus Humanis dan anti kekerasan. Pencanangan ini sebagai bentuk komitmen seluruh civitas akademika STTD menghasilkan lulusan berkualitas tinggi, tanpa dikotori oleh praktik-praktik yang mengarah kepada prilaku premanisme.

“Kami semua sepakat ingin menghilangkan anggapan bahwa untuk menciptakan kedisiplinan harus dilakukan dengan cara kekerasan,” kata Ketua STTD Kemenhub Zulmafendi kepada beritatrans.com

Zulmafendi mengaku bersyukur bahwa seluruh civitas akademika STTD mendukung program ini. Hal ini terlihat dari antusias seluruh civitas akademika, termasuk para Taruna dan Taruni. “Bahkan bisa dikatakan pencetus ide pencanangan STTD sebagai kampus humanis dan anti kekerasan ini berasal dari para Taruna dan Taruni sendiri. Dan kami sangat menyambut baik kesadaran para Taruna dan Taruni tersebut,” ujarnya.

Menurut Zulmafendi, untuk menumbuhkan kedisiplinan tidak harus menggunakan cara kekerasan, tetapi banyak cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan melaksanakan semua aturan yang ada, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. “Karyawan, dosen, pelatih, dan taruna taruni sama-sama melaksanakan aturan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin kedisiplinan akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Zulmafendi.

Ia mengatakan, momen pencanangan kampus humanis anti kekerasan ini sangat tepat karena pada September yang akan datang mulai penerimaan Taruna dan Taruni baru. Selain itu, pemerintah telah menunjuk bahwa STTD sebagai pola pembibitan SDM berkualitas di bidang transportasi darat. “Diharapkan mulai saat ini tradisi kekerasan terputus dan para Taruna dan Taruni yang baru tidak akan mengalami tradisi yang tidak baik itu,” ujarnya.

Dhaniel AGP, Taruna D4 Transportasi Darat asal Ambon mengaku salut atas respons seluruh jajaran rektorat dalam upaya mengikis habis praktik kekerasan di kampus STTD. Ia juga mengaku seluruh Taruna dan Taruni sangat antusias menyambut era baru pola pendidikan kedisiplinan di kampus tercintanya itu.

“Saya yakin kedisiplinan itu tidak identik dan harus menggunakan kekerasan. Justru pemberian pengertian dan pemahaman tentang arti penting dan kegunaan kedisiplinan saya yakin bisa menyadarkan kami untuk belajar lebih baik dan sungguh-sungguh, sehingga bisa menjadi lulusan STTD yang berkualitas,” ujar Taruna yang masih duduk di Semester II ini.

 

sumber: beritatrans.com


Beri Komentar untuk Berita Ini