Mantan Staf Ahli Menteri Perhubungan Sampaikan Kuliah Umum di STTD Mengenai Strategi Konservasi Energi

Selasa, 17 Januari 2017 11:01 am
Bagikan berita ini   
  


BEKASI, 16 Januari 2017 – Menipisnya cadangan energi tak terbarukan (un-renewable resources) yang ada di bumi mendorong dilakukannya upaya-upaya untuk menemukan energi terbarukan. Usaha ini dilakukan sedemikian masifnya dimana negara-negara maju mengalokasikan dana yang besar untuk melakukan penelitian tentang hal ini. Pada sektor transportasi, peningkatan jumlah perjalanan yang diiringi dengan bertambahnya jumlah kendaraan secara besar-besaran tentu akan mengkonsumsi energi secara besar-besaran pula. Jika sejak dini kondisi ini tidak diantisipasi, maka cadangan energi yang tersedia tidak akan sanggup lagi memenuhi kebutuhan yang ada, dan ini tentu akan memicu krisis energi yang akut.

Mengingat isu tentang energi adalah hal yang sangat penting dan bersifat global, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) mencoba memberikan informasi dan wawasan kepada seluruh Civitas Akademika STTD khususnya para dosen dan taruna/i STTD. Untuk memperkaya dan melengkapi teori yang pernah diterima di kelas, STTD mengundang Ir. Nugroho Indrio, MSc untuk memberikan Kuliah Umum di STTD. Kuliah Umum tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 13 Januari 2017 bertempat di Auditorium Giri S. Hadihardjono mulai pukul 14.00 sd 15.30 wib. Ir. Nugroho Indrio, MSc adalah mantan Staf Ahli Menteri di bidang transportasi yang berkelanjutan. Pada Kuliah Umum tersebut, Pak Nugroho menyampaikan tema “STRATEGI KONSERVASI DAN  EFISIENSI ENERGI” .

IMG_4763

Dalam paparannya Pak Nugroho menyampaikan berbagai strategi Kementerian Perhubungan untuk melakukan konservasi dan efisiensi energi. Dikatakan bahwa sektor transportasi merupakan sektor yang menggunakan energi dalam jumlah yang sangat besar dimana khusus di Indonesia, pemakaian BBM untuk sektor transportasi mencapai 47 % dari total penggunaan, dan setiap tahun meningkat 5,6 %. Penggunaan BBM ini didominasi oleh transportasi darat yang mencapai 88 %. Untuk mengurangi penggunaan energi tak terbarukan, strategi yang dilakukan pemerintah adalah REDUCE, SHIFT, IMPROVE. REDUCE adalah sebisa mungkin mengurangi atau menghindari perjalanan, SHIFT yaitu dengan memindahkan  penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum dan melakukan Manajemen Kebutuhan Transportasi (Transport Demand Management), serta IMPROVE yaitu mengembangkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

IMG_4765

Langkah konkret untuk mewujudkan tujuan ini adalah pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) di berbagai kota di Indonesia, pengembangan sistem transportasi perkeretaapian baik urban railway maupun inter urban railway, efisiensi operasional bongkar muat di pelabuhan serta penerapan eco-airport. Diharapkan dengan berbagai strategi dan kebijakan tersebut, penggunaan energi tak terbarukan dapat ditekan dan beralih kepada penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan seperti kendaraan hibrida, kendaraan dengan bahan bakar LPG, CNG serta tenaga listrik.

Seluruh peserta menyimak dengan penuh perhatian pemaparan yang disampaikan narasumber. Saat sesi diskusi, beberapa taruna mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan program yang disusun Kementerian Perhubungan mengenai konervasi energi. Sebagai bentuk penghargaan, pada akhir acara, Panitia memberikan sertifikat kepada Pak Indrio yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

(Red : Novan Hidayat)

 

 


Beri Komentar untuk Berita Ini