Kontak Kami

Jl. Raya Setu No. 89 Bekasi 17520
Phone : +62 21 8254 640
Fax : +62 21 8260 8997
Website : http://www.sttd.ac.id
Email : info@sttd.ac.id

STTD LAKSANAKAN DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LAMPUNG TENGAH

(Bekasi, 26/11/2018) Sebanyak 120 peserta mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi di Hotel Novotel, Bandar Lampung.

DPM tersebut terdiri dari 4 diklat berbeda yaitu Diklat Keselamatan Berlalu Lintas Jalan, Diklat Orientasi Lalu Lintas Angkutan Jalan, Diklat Emisi Gas Buang dan Diklat Manajemen Kepengusahaan Angkutan Umum. Pelaksanaan DPM dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Tengah Dalam sambutannya, Qudrotul Ikhwan menyampaikan rasa terima kasih kepada STTD yang telah berinisiatif melaksanakan diklat gratis di Lampung Tengah. Diharapkan dari kegiatan ini,  peserta dapat memanfaatkan semua ilmu yang telah didapat selama diklat ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan dari Ketua STTD diwakili oleh Wakil Ketua 1 STTD, Tonny Cornelius M. Korah Sedangkan Laporan pendidikan disampaikan oleh Kasubag Praktek Kerja Nyata (PKN), Aji Ronaldo. Materi pembelajaran diklat disampaikan oleh dosen-dosen STTD dan beberapa tenaga teknis dari Dishub Provinsi Lampung Tengah.

Peserta diklat berasal dari masyarakat umum di Lampung Tengah. Sebagaimana DPM sebelumnya, tidak ada pemungutan biaya apapun untuk mengikuti diklat tersebut. Selama mengikuti pendidikan, peserta mendapat beberapa fasilitas cuma-cuma berupa tas, kaos, alat tulis, kartu peserta, dan sertifikat. Bahkan peserta mendapat fasilitas untuk bermalam selama tiga hari dua malam di hotel.

DPM merupakan program prioritas nasional yang diinstruksikan pemerintah kepada STTD dan beberapa Unit Pelaksana Teknis lainnya di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya transportasi berkualitas serta meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

MENHUB IMBAU SEMUA ANGKUTAN ONLINE UNTUK UJI KIR

TEGAL – Menteri Perhubungan mengimbau angkutan sewa khusus (angkutan online) untuk melakukan uji berkala kendaraan (KIR) dalam waktu 3 bulan. Hal tersebut disampaikan Menhub saat ditanya wartawan seusai memimpin Apel Taruna dan Taruni Di Kampus Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) di Tegal pada Minggu (6/8)Menhub mengatakan uji KIR merupakan dasar bagi angkutan online untuk memberikan keselamatan bagi masyarakat pengguna angkutan online. Untuk itu, Menhub tidak akan mengizinkan penyelenggara untuk mengoperasikan angkutan online yang belum melakukan uji KIR.

“Uji KIR itu dasar keselamatan untuk masyarakat. Tidak mungkin kita membiarkan mereka mengoperasikan kendaraan tanpa memperhatikan keselamatan,” tegas Menhub.

Lebih lanjut Menhub mengatakan saat ini, pengujian KIR di Jakarta tidak hanya dapat dilakukan di tempat pengujian KIR milik Pemerintah, tetapi juga di bengkel-bengkel agen pemegang merk (APM) yang telah ditunjuk.

“Di Jakarta sudah ada (tempat uji KIR) di Pemda, operator ada Hiba, perkumpulan pemegang merek, dan operator dari taksi sudah melakukan sendiri. Jadi, tidak ada alasan bagi angkutan umum untuk tidak uji KIR,” ujar Menhub.

Uji KIR Swasta di Daerah

Sementara itu terkait dengan uji KIR swasta, Menhub mengatakan pihaknya akan mengirim surat ke seluruh Dinas Perhubungan di seluruh daerah.

“Saya akan mengirimkan surat khusus ke seluruh dinas perhubungan agar memanfaatkan bengkel-bengkel swasta yang ada di daerah untuk bekerja sama melakukan pengujian kir seluruh angkutan umum, serta untuk memanfaatkan fungsi-fungsi swasta yang ada di daerah,” tutup Menhub. (LFH/TH/BS/HA)

Sumber: http://dephub.go.id/post/read/menhub-imbau-semua-angkutan-online-untuk-uji-kir

Taruna-Taruni STTD mengikuti Kegiatan Konfrensi Internasional Southeast Asia Leader Summit 2017

WhatsApp Image 2017-04-11 at 15.29.50Jakarta 11 April 2017-Taruna/i STTD mengikuti Kegiatan Konfrensi Internasional Southeast Asia Leader Summit 2017 yang bertempat di ruang Auditorium  Nusantara V gedung DPR/MPR-RI

Dengan mengusung tema “Empowering Young Leaders for Better Innovative Ideas Through Leadership And Enterpreneurship” diharapkan Taruna/i STTD dapat mempersiapkan diri untuk menjadi generasi muda yang tangguh, kreatif, inovatif dan menjadi pemimpin masa depan.

WhatsApp Image 2017-04-11 at 15.29.52

“We can mot always build the future for our youth, but we can build our youth for the future

Pemuda memiliki potensi untuk mengubah dunia, lebih tepatnya pemuda yang berkualitas bisa melakukannya . Menciptakan pemuda yang berkualitas adalah tanggung jawab kita semua. (Reza/Riyan)

Teknologi Pengurai Kemacetan Kota New York

Teknologi Pengurai MacetDavid Shankbone

Kawasan Midtown, New York, Amerika Serikat akan memiliki teknologi pengurai macet yang memungkin orang mengetahui waktu dan lokasi kemacetan. Walikota Michael R. Bloomberg juga mengatakan teknologi tersebut juga bisa mengubah sinyal lampu lalu-lintas setiap kali dibutuhkan.

Teknologi yang menelan biaya 1,6 juta dolar tersebut memanfaatkan teknologi nirkabel untuk mengumpulkan data lalu lintas dari sensor-sensor gelombang mikro, kamera video, dan alat bayar elektronik yang tersebar di 23 persimpangan di 110 blok di Midtown.

Data yang terkumpul digunakan untuk mengidentifikasi tempat-tempat yang lalu lintasnya bermasalah. Dari sana mereka bisa mengubah durasi lampu lalu-lintas agar sesuai dengan kebutuhan di jalan raya. Jika lalu-lintas padat, komputer akan menyarankan pertambahan durasi lampu merah, dan petugas hanya perlu memberi persetujuan dengan menekan tombol “OK”.

Data yang sama juga akan digunakan untuk pembuatan aplikasi bagi perangkat bergerak, seperti ponsel atau komputer sehingga pengguna jalan mengakses informasi jalan raya melalui perangkat yang mereka bawa. “Saya tidak ingin warga berpikir bahwa mulai besok tidak akan ada lagi kemacetan,” kata Bloomberg. “Tapi kita bisa memperbaikinya. Butuh waktu untuk memperbaiki sistem.”

Midtown memang sangat membutuhkan teknologi pengurai kemacetan. Bloomberg memperkirakan kemacetan yang terjadi di hari Senin mengakibatkan kerugian ekonomi kota sebesar 13 miliar dolar.

Komisioner transportasi kota Janette Sadik-Khan mengungkap  bahwa New York adalah kota pertama yang menggunakan teknologi ini untuk mengurai kemacetan. Uji coba akan dilakukan dalam enam bulan mendatang menggunakan data GPS yang dikumpulkan dari taksi. Data tersebut digunakan untuk menghitung waktu tempuh ke berbagai tempat tujuan. (Sumber: The New York Times).

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia – Arus Balik Angkutan Lebaran 2016 Relatif Lebih Lancar

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia – Arus Balik Angkutan Lebaran 2016 Relatif Lebih Lancar

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemenhub Sugihardjo mengatakan arus balik pada lebaran tahun 2016 ini khususnya lalu lintas jalan relatif lebih lancar dibandingkan dengan arus mudik. Hal tersebut karena adanya koordinasi yang lebih baik antar semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan angkutan lebaran 2016.

“Salah satu penyebabnya adalah pendistribusian beban jalan yang relatif lebih merata,” kata Sugihardjo saat memberikan penjelasan kepada sejumlah media di Posko Monitoring Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016 di Jakarta, Senin (11/7).

Menurut Sugihardjo, pada arus balik ini, beban jalan terdistribusi lebih merata. Masyarakat banyak yang melewati jalur selatan sehingga jalur selatan lebih padat dibandingkan dengan arus mudik. “Jalur selatan memang jadi lebih padat tapi kan tetap bergerak bila dibandingkan dengan ketika arus mudik, kapasitas ruas jalan Kota Brebes dan Tegal tidak dapat menampung semua kendaraan,” jelasnya.

Faktor lainnya, menurut Sugihardjo, di Kota Brebes, ketika arus mudik, arus kendaraan yang besar masuk ke kapasitas jalan yang kecil sehingga mengakibatkan kemacetan. Namun, ketika arus balik, arus kendaraan dari jalan arteri masuk ke jalan tol yang berkapasitas besar sehingga dapat mengurai kemacetan.

Sugihardjo sendiri melakukan pengecekan langsung ke Brebes pada Minggu (10/7) pagi melalui Palimanan dan sampai ke Jakarta dengan menempuh sekitar 5 jam perjalanan. “Memang Minggu sore dan Minggu malam lebih padat,” tambah Sugihardjo.

Sementara itu untuk moda angkutan udara, Sugihardjo menjelaskan bahwa pada tahun ini, hingga Minggu (10/7) atau H+3, jumlah penumpang yang menggunakan pesawat udara mengalami kenaikan sebesar 14,52%. “Kenaikannya luar biasa karena daya beli masyarakat meningkat, biaya angkutan udara yang semakin terjangkau, dengan dibarengi pelayanan yang lebih baik,” papar Sugihardjo.

Sedangkan untuk moda laut, Sugihardjo menjelaskan, memang dari jumlah penumpang terhitung kecil. Namun demikian, angkutan laut mempunyai peran yang sangat strategis karena menghubungkan daerah-daerah yang tidak terjangkau dengan moda transportasi lainnya.

Sugihardjo kembali menegaskan bahwa aspek keselamatan pada semua moda transportasi adalah yang utama dan tidak bisa ditawar. “Termasuk di moda laut. Di moda laut, ada tiga penyebab kapal tidak berangkat yaitu cuaca ekstrim, masalah kelaikan kapal, dan muatan berlebih,” tegasnya.

Untuk mengatasi muatan berlebih tersebut, operator kapal dapat meminta dispensasi berdasarkan perhitungan fasilitas keselamatan misalnya sekoci dan pelampung. Selain itu, Sugihardjo menambahkan, dispensasi diberikan dengan menghitung aspek mobilitas dan standar ruang bebas di kapal.

Pelayanan transportasi yang bagus pun terjadi di moda kereta api dengan sistem reservasi dan layanan yang sudah semakin bagus. “Hal tersebut dapat dicontoh moda transportasi lain khususnya moda bus. Jujur saya akui, yang paling harus dibina itu adalah moda bus,” jelas Sugihardjo.

Dari sekian terminal yang ada, yang menurut Sugihardjo sudah bagus dan sesuai standar yaitu Terminal Tirtonadi, Solo dan Terminal Bungurasih, Surabaya. Namun kedua terminal tersebut masih harus terus dibenahi misalnya pada sistem e-ticketing.

Pemerintah, lanjut Sugihardjo, harus terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan moda bus karena kalau tidak dilakukan, masyarakat akan terus memilih kendaraan pribadi untuk melakukan mudik lebaran. “Apabila angkutan umum moda busnya tidak jalan, masyarakat akan terus naik kendaraan pribadi dan akhirnya kapasitas jalan arteri dan jalan tol yang dibangun pemerintah tidak akan pernah cukup,” pungkas Sugihardjo. (RY/BU/SR/HP)

Sumber: http://www.dephub.go.id/welcome/readPost/arus-balik-angkutan-lebaran-2016-relatif-lebih-lancar