Kontak Kami

Jl. Raya Setu No. 89 Bekasi 17520
Phone : +62 21 8254 640
Fax : +62 21 8260 8997
Website : http://www.sttd.ac.id
Email : info@sttd.ac.id

Pesiar Terpimpin Sebagai Ajang Refreshing Taruna/i Sekolah Tinggi Transportasi Darat

IMG_03921 Maret 2017 adalah hari yang menyenangkan bagi Taruna/i tingkat 2, karena pada hari itu Taruna/i Sekolah Tinggi Transportasi Darat melakukan perjalanan ke tempat rekreasi Jungle Land yang bertempat di sentul bogor.

_MG_3059

Para Taruna/i STTD  tiba di Jungle Land sekitar pukul 10.00wib, setelah apel para peserta langsung masuk ke wahana Jungle Land, Taruna/i sangat antusias menikmati setiap wahana permainan yang disediakan.

_MG_3167

_MG_3246

_MG_3290

 

Ina Geoportal Lebih Canggih dari Google Map

Screenshot

Ina-Geoportal, suatu portal informasi geospasial nusantara yang dibangun Badan Informasi Geospasial (BIG) dan bisa dibuka di http://tanahair.indonesia.go.id dirancang lebih canggih dari google map, kata Kepala BIG Dr Asep Karsidi.

“Google map itu berdasarkan foto satelit jpeg, kalau Ina-geoportal itu peta interaktif, untuk sharing, drag and drop dan lain-lain seperti GIS Application,” kata
Asep pada Talkshow “Ina-Geoportal: Satu Peta, Satu Solusi” dalam memperingati Hakteknas ke-17 di Gedung Sabuga ITB Bandung, Sabtu.

Karena itu, dia meminta semua pihak membuat peta tematik berdasarkan peta dasar yang telah disediakan BIG (dulu Bakosurtanal), yang selain gratis, mudah diakses, juga bisa dipertanggungjawabkan, bukan mengambil dari pihak selain BIG atau dari google.

“UU Nomor 4/2011 tentang Informasi Geospasial memberi wewenang kepada BIG sebagai lembaga satu-satunya yang membuat peta dasar. Itu karena BIG membuat peta berdasarkan sistem jaring kontrol geodesi, menggunakan layer kontur atau tiga dimensi,” katanya.

Ia juga menegaskan UU Nomor 4/2011 melindungi Indonesia dari kemungkinan penyalahgunaan data geospasial yang merugikan bangsa. Karena itu, meskipun data spasial nusantara bersifat open namun tetap dibatasi dengan kode pengaman untuk sejumlah data tertentu.

“Saya juga sudah didatangi google yang menanyakan UU baru itu, kuncinya Indonesia punya UU sebagai otorisasi informasi geospasial kita. Data yang dibangun google tentang Indonesia harus ada izin dari pemerintah Indonesia,” katanya.

Selama tidak melanggar UU, menurut dia, silakan saja membuat data geospasial karena peta yang dibuat google positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Pihaknya juga mempersilakan kalau google mau menggunakan data spasial Ina-Geoportal.

“Tapi jangan masyarakat internasional dapat info tentang kita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ketika ada pihak ketiga menggunakan peta google atau ada pihak menyalahgunakan peta google,” katanya.

Akhir 2012, ujar Asep, pihaknya akan selesai memperbaharui peta dasar nusantara dengan ketelitian 1:250.000, yang akan terus dilanjutkan dengan 1:50.000, 1:25.000, hingga 1:1.000 sesuai amanat UU dimana halaman rumah akan jelas terlihat, namun ini merupakan tugas berat.

Sementara itu, Kepala Pusat Sistem Jaringan dan Sistem Data Spasial BIG Dodi sukmayadi dalam talkshow itu mempraktikan secara live pengoperasian Ina-Geoportal dimana sejumlah instansi seperti Kementerian PU, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan lain-lain sudah mengawali untuk menjadi simpul Ina-Geoportal BIG.

Ia berharap semua kementerian, lembaga dan pemerintah daerah bersedia mengintegrasikan datanya dan “sharing” dalam menyajikannya ke dalam Ina-Geoportal dengan syarat memiliki Pusat Data, Meta Data dan Unit Kliring yang memvalidasi data.

Sumber : antara