Kontak Kami

Jl. Raya Setu No. 89 Bekasi 17520
Phone : +62 21 8254 640
Fax : +62 21 8260 8997
Website : http://www.sttd.ac.id
Email : info@sttd.ac.id

SESBAN BUKA DIKLAT GRATIS UNTUK 300 ORANG WARGA NTT

KUPANG sttd.ac.id – Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  Perhubungan, Suharto, resmi membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Gedung Flobamora Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada hari Rabu, 20 Februari 2019. Acara ini di hadiri juga oleh Kadis Prov. NTT, Kepala BPSDMD Prov. NTT, Kakorlantas Kupang, Ketua Komisi V DPR-RI serta Kepsek SMKN 2 Kupang.

Suharto, dalam sambutannya mewakili Kepala BPSDM Perhubungan, menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan saat ini sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas antar daerah di Indonesia dengan tujuan dapat meningkatkan perekonomian dan mengurangi kesenjangan antar daerah.

“Berkenaan dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan, Kementerian Perhubungan melalui sekolah-sekolahnya yang tersebar di seluruh Indonesia telah mempersiapkan sumber daya manusia di bidang transportasi yang handal, terampil serta berdaya saing,” demikian ucap Suharto.

Selain itu Kementerian Perhubungan juga membuka peran serta masyarakat dalam peningkatan sumber daya manusia di bidang transportasi. Salah satu bentuk pengikutsertaan masyarakat tersebut antara lain adalah Kementerian Perhubungan secara konsisten melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat baik di bidang transportasi darat, laut dan udara.

“Perlu kami informasikan bahwa pada tahun 2019 ini, Kementerian Perhubungan melalui BPSDM Perhubungan mendapat mandat untuk memberikan diklat kepada 165.000 masyarakat di seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke,” lanjutnya.

Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) melaksanakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di Kupang selama 3 hari, tanggal 20-22 Februari 2019. Jumlah peserta sebanyak 300 orang yang terbagi dalam 7 jenis diklat, antara lain Orientasi LLAJ, Keselamatan Lalu Lintas, Pengemudi Profesional Angkutan Umum, Perparkiran, Pembuatan Rambu dan Marka, Pemeriksaan Emisi Gas Buang dan Pemeliharaan Sepeda Motor yang totalnya berjumlah 12 angkatan.

Di akhir sambutan, Sekretaris BPSDM Perhubungan menyampaikan bahwa BPSDM Perhubungan  akan senantiasa terus hadir di tengah masyarakat untuk membangun dan mencetak sumber daya manusia di bidang  perhubungan yang handal, terampil dan berdaya saing. Hal ini selaras dengan salah satu tugas BPSDM selaku lembaga di bawah  Kementerian Perhubungan, yaitu mendukung pembangunan infrastruktur  dan sumber daya manusia secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.

(rhm/ag/akademik)

GANDENG DISHUB PROVINSI SUMATERA BARAT, STTD LAKSANAKAN DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

(Bekasi, 07/02/2019) Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Barat melaksanakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di Provinsi Sumatera Barat.

Acara diikuti oleh 275 peserta diklat. Sambutan dari STTD diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi dan Ketarunaan, Tonny Agus Setiono. Laporan Pendidikan dibacakan oleh Kepala Sub Bagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni, Eka Arista.

Diklat dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Kota Padang, BPTD Sumatera Barat, Universitas Negeri Padang, SMK 5 Padang Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilaksanakan antara lain Diklat Orientasi Lalu Lintas Angkutan Jalan, Keselamatan Lalu Lintas, Manajemen Kepengusahaan Angkutan Umum, Penyelenggaraan Perparkiran, Pengemudi Profesional Angkutan Umum, Pembuatan Rambu Marka, Pemeriksaan Emisi Gas Buang, Pemeliharaan Sepeda Motor, Inspeksi Keselamatan Jalan. Selain diikuti oleh Siswa/i SMK, peserta juga berasal dari masyarakat umum.

Orientsi LLAJ
Dpm prov sumbar

STTD GELAR DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BANGKA BELITUNG

(Bekasi, 07/02/2019) Dari banyak peserta mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung  dengan jumlah peserta 300 orang peserta berasal dari masyarakat setempat dan Siswa/i SMK Provinsi Bangka Belitung.

DPM tersebut terdiri dari Diklat Orientasi Lalu Lintas Angkutan Jalan, Keselamatan Lalu Lintas Penyelenggaraan Perparkiran, Pembuatan Rambu Marka, Pemeriksaan Emisi Gas Buang, Pengelasan, Pemeliharaan Sikap Roda, Pemeliharaan Sepeda Motor.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan dari Ketua STTD diwakili oleh Wakil Ketua 1 STTD, Tonny Cornelius M. Korah Sedangkan Laporan pendidikan disampaikan oleh Kasubag Praktek Kerja Nyata (PKN), Aji Ronaldo. Materi pembelajaran diklat disampaikan oleh dosen-dosen STTD dan beberapa tenaga teknis dari Dishub Provinsi Bangka Belitung.

Peserta diklat berasal dari masyarakat umum serta siswa/i SMK di Provinsi Bangka Belitung. Sebagaimana DPM sebelumnya, tidak ada pemungutan biaya apapun untuk mengikuti diklat tersebut. Selama mengikuti pendidikan, peserta mendapat beberapa fasilitas cuma-cuma berupa tas, kaos, alat tulis, kartu peserta, dan sertifikat.

DPM merupakan program prioritas nasional yang diinstruksikan pemerintah kepada STTD dan beberapa Unit Pelaksana Teknis lainnya di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya transportasi berkualitas.

300 WARGA ACEH IKUTI DIKLAT GRATIS DARI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

(Bekasi, 07/02/2019) Sebanyak 300 peserta mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilaksanakan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi di Provinsi Aceh. Diklat tersebut terdiri dari Diklat Orientasi Lalu Lintas Angkutan Jalan, Keselamatan Lalu Lintas, Penyelenggaraan Perparkiran, Pengemudi Profesional Angkutan Umum, Pembuatan Rambu Marka, Penjaga Pintu Perlintasan, Manajemen Resiko.

Pelaksanaan DPM dibuka oleh Asrizal, A.TD., M.Tselaku Dewan Pertimbangan Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Dalam kesempatan tersebut, sambutan dari Ketua STTD diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan STTD, Tonny Agus Setiono, S.Si.T., MT. Laporan pendidikan disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha dan Kepegawaian STTD, Wisnu Wardana Kusuma, S.Si.T., MM.

Peserta diklat berasal dari masyarakat umum di Provinsi Aceh. Sebagaimana DPM sebelumnya, tidak ada pemungutan biaya apapun untuk mengikuti diklat tersebut. Selama mengikuti pendidikan, peserta mendapat beberapa fasilitas cuma-cuma berupa tas, kaos, alat tulis, kartu peserta, dan sertifikat.

DPM merupakan program prioritas nasional yang diinstruksikan pemerintah kepada STTD dan beberapa Unit Pelaksana Teknis lainnya di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya transportasi berkualitas.

Gandeng Dishub NTB, STTD Adakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Mataram

Sekolah Tinggi Transportasi Darat, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat, melaksanakan 4 angkatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Mataram. Diklat akan dilaksanakan mulai tanggal 12 hingga 14 November 2018.

Pembukaan diklat dilaksanakan di Fave Hotel Mataram. Acara diikuti oleh 120 peserta diklat beserta panitia dan tamu undangan dari daerah setempat. Sambutan dari STTD diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi dan Ketarunaan, Tonny Agus Setiono. Laporan Pendidikan dibacakan oleh Kepala Sub Bagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni, Eka Arista. Diklat dibuka oleh Asep Supriyatna, Kepala Bidang Darat, Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Turut hadir pula Ketua Organda NTB, Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Lombok Barat, dan perwakilan dari SMK.

 

Dalam pidatonya, Asep Supriyatna menyampaikan rasa terima kasih kepada STTD yang telah memilih Nusa Tenggara Barat dalam melaksanakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat. “Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas dari tahun 2013, terdapat 500 orang meninggal dunia per tahun. Posisi bulan Oktober kemarin tercatat ada 400 korban meninggal karena kecelakaan. Jika dirata-rata, berarti dalam sehari ada minimal 1 orang meninggal dunia karena kecelakaan di NTB.  Sedangkan kejadian kecelakaan tercatat ada 2000 kali pertahun.  Posisi kita sudah melebihi rata-rata nasional kecelakaan lalu lintas. Ini yang perlu disikapi bersama. Apakah itu terjadi karena kita kurang tertib berlalu lintas, atau memang kita kurang faham berlalu lintas,” demikian paparnya. Dia berharap penyelenggaraan diklat ini bukan yang terakhir kalinya dilaksanakan di NTB.

Prosesi Simbolik Penyerahan Tanda Peserta

Empat angkatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan di Mota Mataram antara lain Diklat Manajemen Kepengusahaan Angkutan Umum, Diklat Orientasi Lalu Lintas Jalan, Diklat Keselamatan Berlalu Lintas Jalan, dan Diklat Emisi Gas Buang. Selain diikuti oleh 30 SMK, peserta juga berasal dari masyarakat umum.

Tahun ini Sekolah Tinggi Transportasi Darat mengemban amanat untuk menyelenggarakan diklat pemberdayaan masyarakat dengan target peserta sebanyak 4.230 orang. Hingga pertengahan November ini, target yang tersisa adalah 11 angkatan diklat, dengan jumlah peserta 30 orang untuk masing-masing angkatannya. (rhm)