Kontak Kami

Jl. Raya Setu No. 89 Bekasi 17520
Phone : +62 21 8254 640
Fax : +62 21 8260 8997
Website : http://www.sttd.ac.id
Email : info@sttd.ac.id

SESBAN BUKA DIKLAT GRATIS UNTUK 300 ORANG WARGA NTT

KUPANG sttd.ac.id – Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  Perhubungan, Suharto, resmi membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Gedung Flobamora Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada hari Rabu, 20 Februari 2019. Acara ini di hadiri juga oleh Kadis Prov. NTT, Kepala BPSDMD Prov. NTT, Kakorlantas Kupang, Ketua Komisi V DPR-RI serta Kepsek SMKN 2 Kupang.

Suharto, dalam sambutannya mewakili Kepala BPSDM Perhubungan, menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan saat ini sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas antar daerah di Indonesia dengan tujuan dapat meningkatkan perekonomian dan mengurangi kesenjangan antar daerah.

“Berkenaan dengan pengembangan sumber daya manusia di bidang perhubungan, Kementerian Perhubungan melalui sekolah-sekolahnya yang tersebar di seluruh Indonesia telah mempersiapkan sumber daya manusia di bidang transportasi yang handal, terampil serta berdaya saing,” demikian ucap Suharto.

Selain itu Kementerian Perhubungan juga membuka peran serta masyarakat dalam peningkatan sumber daya manusia di bidang transportasi. Salah satu bentuk pengikutsertaan masyarakat tersebut antara lain adalah Kementerian Perhubungan secara konsisten melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat baik di bidang transportasi darat, laut dan udara.

“Perlu kami informasikan bahwa pada tahun 2019 ini, Kementerian Perhubungan melalui BPSDM Perhubungan mendapat mandat untuk memberikan diklat kepada 165.000 masyarakat di seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke,” lanjutnya.

Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) melaksanakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di Kupang selama 3 hari, tanggal 20-22 Februari 2019. Jumlah peserta sebanyak 300 orang yang terbagi dalam 7 jenis diklat, antara lain Orientasi LLAJ, Keselamatan Lalu Lintas, Pengemudi Profesional Angkutan Umum, Perparkiran, Pembuatan Rambu dan Marka, Pemeriksaan Emisi Gas Buang dan Pemeliharaan Sepeda Motor yang totalnya berjumlah 12 angkatan.

Di akhir sambutan, Sekretaris BPSDM Perhubungan menyampaikan bahwa BPSDM Perhubungan  akan senantiasa terus hadir di tengah masyarakat untuk membangun dan mencetak sumber daya manusia di bidang  perhubungan yang handal, terampil dan berdaya saing. Hal ini selaras dengan salah satu tugas BPSDM selaku lembaga di bawah  Kementerian Perhubungan, yaitu mendukung pembangunan infrastruktur  dan sumber daya manusia secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.

(rhm/ag/akademik)

GANDENG DISHUB PROVINSI SUMATERA BARAT, STTD LAKSANAKAN DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

(Bekasi, 07/02/2019) Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Barat melaksanakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di Provinsi Sumatera Barat.

Acara diikuti oleh 275 peserta diklat. Sambutan dari STTD diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi dan Ketarunaan, Tonny Agus Setiono. Laporan Pendidikan dibacakan oleh Kepala Sub Bagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni, Eka Arista.

Diklat dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Kota Padang, BPTD Sumatera Barat, Universitas Negeri Padang, SMK 5 Padang Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilaksanakan antara lain Diklat Orientasi Lalu Lintas Angkutan Jalan, Keselamatan Lalu Lintas, Manajemen Kepengusahaan Angkutan Umum, Penyelenggaraan Perparkiran, Pengemudi Profesional Angkutan Umum, Pembuatan Rambu Marka, Pemeriksaan Emisi Gas Buang, Pemeliharaan Sepeda Motor, Inspeksi Keselamatan Jalan. Selain diikuti oleh Siswa/i SMK, peserta juga berasal dari masyarakat umum.

Orientsi LLAJ
Dpm prov sumbar

STTD GELAR DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BANGKA BELITUNG

(Bekasi, 07/02/2019) Dari banyak peserta mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung  dengan jumlah peserta 300 orang peserta berasal dari masyarakat setempat dan Siswa/i SMK Provinsi Bangka Belitung.

DPM tersebut terdiri dari Diklat Orientasi Lalu Lintas Angkutan Jalan, Keselamatan Lalu Lintas Penyelenggaraan Perparkiran, Pembuatan Rambu Marka, Pemeriksaan Emisi Gas Buang, Pengelasan, Pemeliharaan Sikap Roda, Pemeliharaan Sepeda Motor.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan dari Ketua STTD diwakili oleh Wakil Ketua 1 STTD, Tonny Cornelius M. Korah Sedangkan Laporan pendidikan disampaikan oleh Kasubag Praktek Kerja Nyata (PKN), Aji Ronaldo. Materi pembelajaran diklat disampaikan oleh dosen-dosen STTD dan beberapa tenaga teknis dari Dishub Provinsi Bangka Belitung.

Peserta diklat berasal dari masyarakat umum serta siswa/i SMK di Provinsi Bangka Belitung. Sebagaimana DPM sebelumnya, tidak ada pemungutan biaya apapun untuk mengikuti diklat tersebut. Selama mengikuti pendidikan, peserta mendapat beberapa fasilitas cuma-cuma berupa tas, kaos, alat tulis, kartu peserta, dan sertifikat.

DPM merupakan program prioritas nasional yang diinstruksikan pemerintah kepada STTD dan beberapa Unit Pelaksana Teknis lainnya di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya transportasi berkualitas.

300 WARGA ACEH IKUTI DIKLAT GRATIS DARI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

(Bekasi, 07/02/2019) Sebanyak 300 peserta mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilaksanakan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi di Provinsi Aceh. Diklat tersebut terdiri dari Diklat Orientasi Lalu Lintas Angkutan Jalan, Keselamatan Lalu Lintas, Penyelenggaraan Perparkiran, Pengemudi Profesional Angkutan Umum, Pembuatan Rambu Marka, Penjaga Pintu Perlintasan, Manajemen Resiko.

Pelaksanaan DPM dibuka oleh Asrizal, A.TD., M.Tselaku Dewan Pertimbangan Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Dalam kesempatan tersebut, sambutan dari Ketua STTD diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan STTD, Tonny Agus Setiono, S.Si.T., MT. Laporan pendidikan disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha dan Kepegawaian STTD, Wisnu Wardana Kusuma, S.Si.T., MM.

Peserta diklat berasal dari masyarakat umum di Provinsi Aceh. Sebagaimana DPM sebelumnya, tidak ada pemungutan biaya apapun untuk mengikuti diklat tersebut. Selama mengikuti pendidikan, peserta mendapat beberapa fasilitas cuma-cuma berupa tas, kaos, alat tulis, kartu peserta, dan sertifikat.

DPM merupakan program prioritas nasional yang diinstruksikan pemerintah kepada STTD dan beberapa Unit Pelaksana Teknis lainnya di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya transportasi berkualitas.

STTD LAKSANAKAN DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI LAMPUNG TENGAH

(Bekasi, 26/11/2018) Sebanyak 120 peserta mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi di Hotel Novotel, Bandar Lampung.

DPM tersebut terdiri dari 4 diklat berbeda yaitu Diklat Keselamatan Berlalu Lintas Jalan, Diklat Orientasi Lalu Lintas Angkutan Jalan, Diklat Emisi Gas Buang dan Diklat Manajemen Kepengusahaan Angkutan Umum. Pelaksanaan DPM dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Tengah Dalam sambutannya, Qudrotul Ikhwan menyampaikan rasa terima kasih kepada STTD yang telah berinisiatif melaksanakan diklat gratis di Lampung Tengah. Diharapkan dari kegiatan ini,  peserta dapat memanfaatkan semua ilmu yang telah didapat selama diklat ke dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan dari Ketua STTD diwakili oleh Wakil Ketua 1 STTD, Tonny Cornelius M. Korah Sedangkan Laporan pendidikan disampaikan oleh Kasubag Praktek Kerja Nyata (PKN), Aji Ronaldo. Materi pembelajaran diklat disampaikan oleh dosen-dosen STTD dan beberapa tenaga teknis dari Dishub Provinsi Lampung Tengah.

Peserta diklat berasal dari masyarakat umum di Lampung Tengah. Sebagaimana DPM sebelumnya, tidak ada pemungutan biaya apapun untuk mengikuti diklat tersebut. Selama mengikuti pendidikan, peserta mendapat beberapa fasilitas cuma-cuma berupa tas, kaos, alat tulis, kartu peserta, dan sertifikat. Bahkan peserta mendapat fasilitas untuk bermalam selama tiga hari dua malam di hotel.

DPM merupakan program prioritas nasional yang diinstruksikan pemerintah kepada STTD dan beberapa Unit Pelaksana Teknis lainnya di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya transportasi berkualitas serta meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.

Gandeng Dishub NTB, STTD Adakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Mataram

Sekolah Tinggi Transportasi Darat, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat, melaksanakan 4 angkatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat di Mataram. Diklat akan dilaksanakan mulai tanggal 12 hingga 14 November 2018.

Pembukaan diklat dilaksanakan di Fave Hotel Mataram. Acara diikuti oleh 120 peserta diklat beserta panitia dan tamu undangan dari daerah setempat. Sambutan dari STTD diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi dan Ketarunaan, Tonny Agus Setiono. Laporan Pendidikan dibacakan oleh Kepala Sub Bagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni, Eka Arista. Diklat dibuka oleh Asep Supriyatna, Kepala Bidang Darat, Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Turut hadir pula Ketua Organda NTB, Kepala Bidang Darat Dinas Perhubungan Lombok Barat, dan perwakilan dari SMK.

 

Dalam pidatonya, Asep Supriyatna menyampaikan rasa terima kasih kepada STTD yang telah memilih Nusa Tenggara Barat dalam melaksanakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat. “Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas dari tahun 2013, terdapat 500 orang meninggal dunia per tahun. Posisi bulan Oktober kemarin tercatat ada 400 korban meninggal karena kecelakaan. Jika dirata-rata, berarti dalam sehari ada minimal 1 orang meninggal dunia karena kecelakaan di NTB.  Sedangkan kejadian kecelakaan tercatat ada 2000 kali pertahun.  Posisi kita sudah melebihi rata-rata nasional kecelakaan lalu lintas. Ini yang perlu disikapi bersama. Apakah itu terjadi karena kita kurang tertib berlalu lintas, atau memang kita kurang faham berlalu lintas,” demikian paparnya. Dia berharap penyelenggaraan diklat ini bukan yang terakhir kalinya dilaksanakan di NTB.

Prosesi Simbolik Penyerahan Tanda Peserta

Empat angkatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan di Mota Mataram antara lain Diklat Manajemen Kepengusahaan Angkutan Umum, Diklat Orientasi Lalu Lintas Jalan, Diklat Keselamatan Berlalu Lintas Jalan, dan Diklat Emisi Gas Buang. Selain diikuti oleh 30 SMK, peserta juga berasal dari masyarakat umum.

Tahun ini Sekolah Tinggi Transportasi Darat mengemban amanat untuk menyelenggarakan diklat pemberdayaan masyarakat dengan target peserta sebanyak 4.230 orang. Hingga pertengahan November ini, target yang tersisa adalah 11 angkatan diklat, dengan jumlah peserta 30 orang untuk masing-masing angkatannya. (rhm)

STTD SABET JUARA LOMBA CIPTA LAGU TERBAIK INDOTRANSHUB 2018

Jakarta-Tujuh taruna STTD bersorak gembira saat diumumkan sebagai penyandang juara Lomba Cipta Lagu Terbaik dalam ajang festival band kampus Indotranshub Kementrian Perhubungan. Mereka tidak menyangka lagu ciptaan mereka bisa mencuri perhatian para musisi kawakan yang menjadi juri dalam acara tersebut.

Festival band pada tanggal 17-18 September 2018 di Jakarta Convention Center Senayan. tersebut merupakan salah satu dari rangkaian acara Indotranshub yang digelar oleh Kementrian perhubungan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional tanggal 17 September 2018.

Puluhan grup band dari perguruan-perguruan tinggi di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam acara  tersebut. Kontingen dari STTD tampil 2 kali. Hari pertama merupakan babak penyisihan yang dilaksanakan tanggal 17 September 2018. Di hari pertama, grup band dari STTD yang diberi nama “LTea Project” menampilkan 2 buah lagu yaitu “Rayuan Pulau Kelapa” dan Medley (kombinasi lagu) dari 3 lagu, yaitu “Yamko Rambe Yamko”, “Bengawan Solo”, dan “Di Atas Awan”. Dua buah lagu ini mampu membawa mereka ke babak final.

Hari kedua, mereka membawakan lagu “When We Were Young” dan satu lagu ciptaan sendiri berjudul “Transjakarta”. Lagu ciptaan taruna ini membawa mereka masuk dalam 5 besar juara umum serta mendapatkan penghargaan Lomba Cipta Lagu Terbaik. Dewan juri dari festival musik ini terdiri dari Heru Wibowo – seniman dari Kementerian Perhubungan, Bowo – vokalis grup band Kementerian Perhubungan dan juga musisi-musisi papan atas seperti Fadli dari grup band Padi, Iman dari grup band J-Rocks, dan Che vokalis Konspirasi Band.

Grup Band LTea Project terdiri dari 7 orang taruna dan taruni yaitu Anatje E. Gosal dan Eva Falyntina (Vokalis), Kalvari Daniel (Drummer), Christo Bawias (Gitaris), Aji Natanegara (Keyboards), Arnold Hasiholan (Saxophone), dan Dedi Musa (Bassis). Band ini dibentuk awal 2018 lalu. Awalnya grup band ini dibuat untuk mengisi channel youtube STTD (Land Transport Academy). Mereka meng-cover lagu-lagu yang sedang hits dan lama-lama tertantang untuk membuat lagu-lagu ciptaan mereka sendiri. Proses perekaman suara, pengambilan gambar, dan yang lainnya diproduseri oleh senior mereka, Reza Novian Ruxmana. (Prams)

TARUNA STTD JADI RELAWAN PMI BERSIHKAN CITARUM

Dokumentasi oleh Taruna

Ada yang berbeda di sekitar kompleks waduk Jatiluhur sejak hari Senin, 17 September 2018.  Beberapa tenda berdiri, berpadu dengan spanduk-spanduk bernuansa merah. Di salah satu spanduk tertulis “72 Tahun PMI”. Tampak beberapa pemuda dan pemudi berseragam coklat susu dan berambut cepak sibuk berktifitas. Rupanya mereka adalah taruna-taruni Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Mereka menjadi relawan di Temu Karya Relawan PMI tingkat nasional ke-6 yang dilaksanakan pada tanggal 17 s.d 22 September 2018 di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Acara tersebut dibuka oleh menteri sosial Agus Gumiwang dan dimeriahkan oleh penampilan Drum Corps Gita Jata Wiratama dari STTD. Acara di ikuti oleh 34 kontingen yang merupakan perwakilan dari tiap provinsi di Indonesia. Acara tersebut juga diikuti oleh beberapa kontingen dari mancanegara.

Dalam kegiatan itu, ribuan relawan PMI dari berbagai latar belakang dan daerah, melakukan bakti sosial di kampung sekitar waduk Jatiluhur. Taruna-taruni STTD sendiri merupakan salah satu perwakilan dari Kementerian Perhubungan. Selain anggota Drumband, sejumlah 60 taruna-taruni STTD berpartisipasi menjadi relawan. Kegiatan sosial yang dilakukan berupa donor darah, penanaman pohon, pembuatan biopori, pembersihan saluran air, pembangunan MCK, toilet dan bak sampah serta kerja bakti membersihkan sungai Citarum.

Dokumentasi Oleh Taruna @sttd_fams

Pembersihan sungai Citarum dilakukan pada tanggal 19 September pagi hari kemarin. Para taruna STTD maupun kontingen dari wilayah lain membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di tepi sungai. Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan perahu karet untuk menjangkau sampah-sampah yang terapung di sungai.

Dokumentasi oleh Taruna

Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk meningkatkan karakter kepalangmerahan, kualitas dan kepemimpinan palang merah Indonesia untuk mendukung kapasitas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat secara professional. Selain itu, kegiatan tersebut juga merekatkan persatuan antar relawan PMI se- Indonesia sekaligus mendekatkannya kepada masyarakat.

“Mengikuti even ini membuat kita semakin dekat dengan masyarakat dan menambah wawasan saling bertukar ilmu antar relawan PMI dari berbagai wilayah” ungkap Eman, salahsatu perwakilan dari kontingen Jawa Barat.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin tahunan yang selain meningkatkan keakraban antar relawan PMI juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (Nita SR)

Sambut LRT Jabodetabek, Jakpro Gandeng STTD Diklatkan Pegawainya

BEKASI- Menyambut beroperasinya kereta api cepat (Light Rapid Transit) Jabodetabek yang rencananya akan beroperasi tahun depan, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggandeng kerjasama dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Kerjasama yang dilakukan yakni menggelar Diklat Orientasi Perkeretaapian untuk 50 pegawai Jakpro. Diklat resmi dibuka oleh Ketua STTD Suharto di Aula Gedung Eksekutif STTD, Bekasi, pada Senin (19/02).

“Ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan SDM yang handal menyambut beroperasinya LRT. Komitmen Jakpro adalah menjamin pelayanan bagi penumpang LRT dengan nyaman dan memuaskan,” kata Kepala Divisi SDM PT Jakpro, Dedy Ananto, usai upacara pembukaan diklat di Kampus STTD, Bekasi.

Ketua STTD, Suharto, menegaskan, STTD berupaya terus mengembangkan kompetensi setiap waktu untuk memenuhi pelayanan trasportasi di segala bidang. “Sejalan dengan itu, komitmen penyelenggaraan LRT yang dilakukan oleh Jakpro juga perlu mendapat perhatian khusus,” tambahnya.
Suharto mengatakan, LRT bukan hanya bicara soal kesiapan sarana dan prasarana saja. “Yang paling utama adalah kesiapan SDM. Bagaimana pelayanan kepada calon penumpang bisa terjamin. Bagaimana menciptakan pelayanan yang nyaman dan aman bagi penumpang LRT. Ini tentu membutuhkan kesiapan yang kematangan,” lanjut Suharto.

Terpisah, Ketua Jurusan Perkerataapian STTD, I Made Suraharta, mengatakan, diklat orientasi perkeretapian untuk pegawai Jakpro adalah pelatihan pendidikan dasar tentang kompetensi hak dan kewajiban sebagai operator kereta api. “Tentu dalam diklat ini, peserta akan mendapatkan pendidikan khusus apa saja dan bagaimana melayani penumpang kereta api. Ini membutuhkan waktu dan komitmen serius dari pegawai Jakpro,” tandasnya.(rez)

STTD Diklatkan 630 Masyarakat Bogor

BOGOR- Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dan Kemendikbud menjalin kerja sama diklat pemberdayaan masyarakat dalam bidang transportasi diikuti sedikitnya 630 peserta dari masyarakat Kota Bogor, diantaranya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Pembukaan diklat dimaksud dilaksanakan di Kampus Universitas Ibnu Khaldun, Kota Bogor pada Senin (5/2) oleh Kepala BPSDM Kemenhub, Djoko Sasono, dihadiri Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI, Hamid Muhammad.

Ketua STTD Suharto mengatakan, ada delapan diklat yang diberikan dalam kerja sama ini diantaranya diklat uji emisi gas buang, sepeda motor, orientasi angkutan jalan, keselamatan lalu lintas jalan, perparkiran, pengemudi, manajemen kepengusahaan angkutan umum dan pengelasan. “Diklat kami laksanakan tiga hari yakni 30 sampai 50 jam pelajaran,” ungkap Suharto.

Diklat ini melibatkan pengajar dari dosen dan instruktur di STTD serta dosen dari Uika Bogor. “Juga melibatkan para praktisi yang berkompeten di bidang otomotif yakni dari Astra Honda Motor. Seluruh diklat ditanggung dari APBN,” papar Suharto.

Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dalam sambutannya mengatakan, program diklat transportasi menjadi hal penting yang harus dilaksanakan mengingat upaya penanganan kemacetan di Kota Bogor belum maksimal. “Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menanganani masalah macet di Kota Bogor. Ini butuh peran masyarakat,” ungkap Bima Arya.


Persoalan lain yang dihadapi Pemkot Bogor adalah terkait SDM. “Hanya 53 orang yang betugas di lapangan. Tahun ini ada penambahan tenaga PKWT sebanyak 140. Dan ini masih kurang,” kata Bima.

Bima juga tak segan meminta bantuan kepada Kemenhub untuk membantu menuntaskan persoalan macet di Kota Bogor. “Saya berharap diklat selama tiga hari ini bisa diterapkan ilmunya ke lapangan. Ini menjadi penting untuk menciptakan Bogor Bebas Macet, Bogor yang lebih nyaman dan Bogor yang teratur,” tegas Bima Arya.

Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI, Hamid Muhammad menegaskan, diklat ini sangat dibutuhkan untuk menambah keahlian dan menekan angka pengangguran. “Contohnya, yang sekarang terjadi, IT dibutuhkan banyak. Tapi bagaimana nasib yang non-IT. Makanya diklat semacam ini menjadi opsional agar tenaga-tenaga praktik tetap bisa terpakai,” tandasnya.

Kepala BPSDM Kemenhub, Djoko Sasono, mengatakan, diklat ini menjadi bagian dari upaya Kemenhub untuk melibatkan masyarakat dalam penanganan macet dan persoalan transportasi lainnya. “Transportasi adalah sektor vital yang harus diperhatikan. Karena jika ada masalah di dalamnya, sektor lain akan terkena dampaknya,” ungkapnya.

Djoko menegaskan, diklat yang diikuti 630 peserta ini menjadi bukti nyata STTD dalam memikirkan persoalan transportasi. “Tahun ini STTD akan mendiklatkan 3900 orang untuk pemberdayaan masyarakat. Sedangkan untuk BPSDM Perhubungan keseluruhan pada tahun 2018 akan menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat untuk 100.000 orang,” ungkapnya.

Dalam acara ini juga ditandatangani perjanjian kerjasama antara Ketua STTD dengan Direktur Pembinaan SMK pada Kemendikbud terkait peningkatan kompetensi bidang transportasi darat bagi peserta didik SMK melalui diklat pemberdayaan masyarakat.(rez)