STTD Selenggarakan Diklat Penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas

Selasa, 30 Januari 2018 01:01 pm
Bagikan berita ini   
  


Bekasi (30/01). Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Suharto membuka Diklat Penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) Angkatan IV pada hari Selasa (30/1) di Aula Asrama Eksekutif STTD. Diklat yang direncanakan selama 7 (tujuh) hari dan berakhir pada 6 Februari 2018 ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari instansi pemerintah maupun swasta. Peserta dalam diklat ini akan dibekali pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam penyusunan dokumen analisis dampak lalu lintas.

Riana Vivantares, salah seorang peserta diklat yang berkerja di perusahaan konsultan CV. Trans Sejahtera Sidoarjo mengaku bahwa mengikuti diklat ini merupakan salah satu langkah yang ditempuhnya untuk berperan serta dalam memperbaiki kondisi lalu lintas di Indonesia. “Menurut saya, setiap ada pembangunan harus dikaji dalam bentuk andalalin ini, karena jika tidak ke depannya akan memberi dampak buruk bagi kondisi arus lalu lintas yang ada. Sedikit banyak saya ingin berkontribusi dalam pembangunan, terutama di bidang lalu lintas dan transportasi.” Menurutnya, minat untuk mengikuti diklat ini sudah ada sejak lama dan baru kali ini berkesempatan untuk menjadi peserta diklat di STTD. “Saya ingin mengembangkan kemampuan saya di bidang ini,” cetusnya.

Ketua Pelaksana Diklat I Made Arka menjelaskan bahwa diklat ini akan dilaksanakan di STTD selama 70 jam pelajaran. “Dalam diklat ini akan disampaikan materi-materi pokok dalam penyusunan andalalin antara lain pedoman pelaksanaan andalalin, identifikasi lokasi pembangunan/pengembangan, perencanaan dan permodelan transportasi, teknik pengumpulan dan pengolahan data andalalin, simulasi kinerja lalu lintas, analisa perkiraan dampak lalu lintas, mitigasi dampak lalu lintas, dan penyusunan dokumen andalalin,” jelasnya. ”Adapun pengajar diklat ini berasal dari STTD dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat,” papar I Made Arka.

Dalam sambutannya, Ketua STTD Suharto menekankan bahwa sektor transportasi sangat berperan penting dalam sendi kehidupan. “Bisa dibayangkan, akibat kemacetan di jalan raya, salah satu kerugian yang dirasakan masyarakat adalah kerugian secara ekonomi. Hal ini bisa mencapai triliunan. Oleh karena itu, diklat ini sangat penting bagi para pemangku kepentingan di bidang transportasi,” tambah Suharto.

Diklat penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 75 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak Lalu Lintas (Rhm)


Beri Komentar untuk Berita Ini